1.12.08
happy b'day!
Watchout! Sparkle’s coming!
Pernah ngalamin waktu SMA kan? Yg tiap taon kenaikan klas dapat, kelas baru, temen baru n’ baju baru. ntu kmbli diterapkan di kampuz q.
Walo, nggak dapat temen baru pa lgi baju baru… pi KATING (Kepala Tingkat) alias Ed ngotot banget mw nyerahin jabatannya… cape dia ngatur kami semua yang klakuannya macam setan-Kucai bget!-
So, akhirnya mrka votting, dgn kandidatnya Znal, Abz, Dni, n Kus (pelengkap). Hasilnya c dah bisa dipastiin Abz yg jadi Kating n Wakating-nya tetep bertahan pda Dni-hidup segan mati tak mau-. nah, dah pasti hbs ni, nentuin sekretaris ma bendahara na…
“Nyuk!” Tiba-tiba perasaan saya nggak enak…msalahnya dulu Ed sempat mau masukin saya jdi kandidat Kating, jangan-jangan tar jadi ‘kaki tangan’-nya Kating lagi (PeDe banget yah???)
So, spaya nggak klihatan, saya ngajak Ay beli minum ke bawah…pokoknya lama-lama…
Kasihan juga di Ay di ajak bediri lama”, akhirnya naik lg ke kelas. Pi apa yg terjadi?? Ternyata segitu lamanya saya di bawah-entah apa yang mereka lakukan di atas- mpe sya naik, si Abz bru mw m’mulai PIDATOx. Duh plis deh…
So, seperti yang kduga sy ditunjuk megang jabatan jga…Hikz! Mana jadi bendahara lagi…duh nggak banget deh!
1. Jujur ni, sy nggak ska megang uang orang, lo dikasih uang c seneng” ajah… ;p
2. Nggak da pengalaman jadi bendahara, lo kolektor c sering…hehehe
3. Ntu da ririn yg dah jdi Bendahara seumur hidup, mana klo ma dia uang bisa nambah sendiri lagi!
4. Truz pling kalah nie, disuruh hitung uang… lum lgi uang recehan… bingung dah…bingung,,,
5. Kan sy dah megang jabatan jdi PJ-x Biostatistik, sy ma Qq jangan diutak-atik dunk!
6. Nggak deh! Pokoknya nggak!
Sy dah triak” nolak, pi si Abz cm cenyam-cenyum g jlas… alasannya dah macem” pi cm diblas
“Namanya juga belajar…biar ngerasain jadi bendahara” HUAAAAA…!
Lum lagi Ririn semangat banget ngedukungnya! YAAHHH…!
Pi pasangan Pj biostat-ku Qq, yang akhirnya harus berpasagn ma Iqb, lain lgi…
Q : teganya punk, km ninggaln aq ma Iqb jadi Pj biostat
S : nah! Nggak stuju kan?! Bil ma Abz giiih….gantiiiii…. mw ma Qq ja… Gantiii…!
Q : tpi msh mending kmu deh! Dripada Iqb yg gantiin km jdi bendahara…^^
S : Hah?! (kecewa…>,<)
Abz: Ha ha ha
Walhasil jdilah diriq Ibu Bendahara yang agung... tiap pul kuliah bawa buku kas…n teriak” nagihin -minta- uang. Mana susah banget mintain cowo”nya…singkip mulu….
Sambil buka dompet dengan wajah pasrah - cz da yg kacak pinggang minta duit-, mereka bil…
Adegan 1
Iq: (pasang muka paling imut) tw kan Ry, lo aq dah senyum” gni???
S : iya…lgi ga da duit na…
Adegan 2
S : UANG KAS!! 5000!! Sini!
Ar: Hah?!? Apa? Kagetnya….
Adegan 3
S : (senyuum”) uang kas dunk…..
N : Bsok yah….hehehe
Adegan 4
S : (Cape’) 5000!
Ad: (bka dompet dgn muka pasrah) Kq kmu c yang jdi bendahara???? T-T
Adegan 5
S : (lum bilang apa”)
Ar: AWAS!! Uang Kas Datang!!!
So, Beware guyz…I’m coming….
30.11.08
Fooled by nature!
9.11.08
Samarinda benar-benar samarendah
saat bumi meneriakkan deritanya...
merintih kesakitan...
meratapi nasibnya...
ketika seluruh tubuhnya telah rompang disana sini
ketika tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi
tempat untuk bercengkarama dan berlindung
apa lagi yang tidak disediakan dunia
nafas tak membayar
pangan tinggal memilih
bernaung di bawah rindangnya pohon
dan menangis bersama rintik hujan
manusia memang serakah...
Samarindaku sayang Samarindaku malang...
memang asal muasal nama ibukota Kalimantan Timur ini sesuai dengan keadaannya...
samarinda memang samarendah,
mudah sekali tertimpa banjir...
belum lagi ditambah kelakuan rakyatnya yang tidak karuan
pohon ditebang gedung dibangun!
tidak ada lgi daerah resapan air...
semua seperti mangkok yang siap menampung air darimana pun...
walaupun tidak semua daerah terendah air ini, namun kesulitan ini dirasakan semuanya
saat akses jalan menjadi sulit
ada air dimana-mana!
katanya Bendungan sedang dibuka sedikit,,
katanya ada 3 ekor buaya yang masih berkeliaran,
katanya, katanya,
banjir di samarinda bukan hal yang luar biasa lagi, biar begitu kami masih bersyukur
masih di bawah perlindungannya...
masih dalam pengawasannya...
kami masih bisa menjalankan akitifitas kami...
Alhamdulillah...
semoga banjir kali ini kembali mengingatkan manusia untuk selalu menjaga lingkungannya
melestarikan alamnya
melindungi sumber daya-nya
mensyukuri karunia-Nya
26.10.08
story
Samarinda, 19 October 2008, Minggu
Sore itu, N berkunjung, hari Minggu, saat semua penghuni rumah mungil ini komplit. Dia sudah biasa berada di rumah, bahkan dianggap biasa saat minta makan, buang air besar dan melihat kelakuan penghuni rumah yang aneh-aneh ini.
Kali ini ia membawakan kami makanan dan es buah, cukup membuat makhuk-makhluk ini kembali memamahbiak. Kebiasaan yang sulit diatur. Walaupun beberapa kali kuingatkan diriku untuk berhenti, karena semua keinginan untuk mengunyak itu, dapat merusak rencana menguruskan badan ini. Atau mungkin aku sedang berusaha meninggikan badan. Tapi beberapa hari ini aku tidak pernah minum susu lagi. Takut angka di timbangan kembali membuat bola mataku keluar.
Kemudia, di sela-sela keinginan N untuk pulang, dia membahas teman-teman di tempat ia bekerja, membahas masalah yang menimpa teman-temannya. N menyebut salah satu diantara temannya mengalami nasib yang persis dengan sinetron.
Dengan keluarga yang hancur-hancuran, ibunya dimadu, ayahnya sering memukuli ibunya dan pacarnya yang ternyata sudah hamil dua bulan. Saya tidak bias berkata apapun, selama dia bercerita. Yah…memang apa yang harus kukatakan.
Apa aku harus berkata “Ya...hidup orang memang macam-macam”,sesaat itu juga hatiku menjerit,”begitu juga hidupku”.
Selama dia bercerita, dia selalu membandingkan dengan kehidupan saya, dengan keluarga yang penuh canda dan tawa.
Aku kembali tak dapat berkata apapun. memang tidak dapat berkata apa-apa. “Namanya juga hidup, selalu ada masalahnya”, pikirku, lalu bagaimana dengan keluargaku yang kini membuatku tidak dapat lagi membedakan antara kenyataan dan mimpi, tipuan dan kejujuran.
Akhirnya sepanjang cerita singkat terlama itu, aku hanya dapat tersenyum, mengangguk dan menggeleng. Tanpa sepatah kata pun menyinggung cerita itu.
Aku tahu, mama dan de yang ada di situ juga turut mendengarkan, juga turut mencerna baik-baik kenyataan itu. Dan menunggu dengan sabar bagaimana reaksiku. Namun aku juga yakin, mereka pasti mengerti bagaimana jika berada dalam posisiku. Yang tak dapat mengucap apapun.
Hidup tiap orang memang berbeda, bermacam-macam, dan kita tak akan pernah tahu kejutan macam apa yang disiapkan sang Pencipta untuk kita hadapi….

