25.3.12

those stars


They just there
Sparkling with happiness
Shining with the joy
No need to worries about the others
Even they already know, they will vanished by the morning
Even they will gone when the sun shining
But they always believe
They will come back
They will sparkling again
They will stand by the moon until the end of the night
They ready to wait until the night comes out
They are always prepare their self to outshine
They always trying to give the best shine every night
So people will fell happy when they looked into them
To learn how to prepare them self for the best performance in their life
To learn how to use the time for prepare their self
For face the world
And become the sparkling things among the others
I want to become those stars
I must be sparkling
I must trying to be…
Cause I will sparkling…
»»  READMORE...

love letter

Biar kutulis surat cintaku untuk setiap nafas yang berhembus bersamaku selama belajar disini.

Siapa sangka, perjalanan membawaku ke sini.
Siapa kira, jalan hidupku harus kulewati bersama kalian.
Tapi tak ada sejengkal pikiranku, sedikit pun aku merasa kecewa atau menyesal. Walau harus bergulat dengan logika dan teori, ketika semua kenyataan tidak sesuai harapan. Namun, dari hati yang terdalam aku benar-benar bahagia bersama kalian.
Kalian satu-satunya alasan dan peganganku disini, yang membuatku terdorong untuk terus bertahan dan bangkit di tengah-tengah masalah yang tak kunjung usai.
Hal lain yang kusyukuri di sini adalah begitu banyak hal baru yang kupelajari. Betapa hidup tak sesempit itu. Betapa banyak hak yang diberikan padaku untuk terus dan terus mencoba hal baru, dan itu menyenangkan!

kalian membuatku menjadi penting disini. Membuat aku berusaha menghargai diriku sendiri.
Aku belajar untuk menghargai diriku.
Aku belajar untuk menghormati diriku.
Aku belajar untuk percaya pada diriku.

Bukankah itu luarbiasa??
Masih kuingat, wajah wajah asing itu, ketika pertama bertemu. Benar-benar asing. Meragukan diriku yang tak mungkin menyatu ini untuk bergaul. Namun kalian semua mengajariku untuk menerima dan diterima. Akankah ini terus berlanjut?
Orang-orang asing yang kusayang.
Yang menghibur setiap hari penatku. Yang tertawa di setiap kesedihan.
Semoga inilah apa adanya kalian. Bukan topeng senyum atau badut penghibur bahkan serigala yang tersembunyi di tiap tawa.
Betapa rindunya diriku tertawa bersama kalian.

For April
Sang ibu yang jarang sekali kutegur di komunikator, namun tak akan berhenti berceloteh d isms. Kesabaran tersirat jelas di wajahmu, semoga aku bisa belajar lebih sabar sepertimu. Lebih telaten dan berpikiran luas.

For Rizal
Kawan yang hidupnya penuh keberuntungan menurutku, tidak pernah sinis selama ngobrol bersamanya. Senang sekali bisa punya teman yang bersemangat dan menjadi figure penyemangat. Agar kami tak segan untuk turut sukses seperti dirinya. Selamat berjuang kawan, semoga tak ada hambatan berarti sepanjang jalanmu.

For Olan
Kawan rempongku ini. Tak ada kesedihan di matanya, tak ada kesulitan pada tiap candanya. Namun jauh di dalamnya aku sedikit tau, bahwa tak ada senyumnya saat malam. Tak ada tawanya ketika sendiri. Semoga dirimu bisa singkirkan semua haling itu satu per satu. Hilangkan semua rintang itu perlahan-lahan. Maavkan diriku yang hanya dapat menjadi pendengar. Maavkan diriku yang hanya bisa membantu sedikit. Jangan suka panic, karena aku akan lebih panic lagi.

For Iwan
Satu-satunya orang yang mampu mengoperasikan kameraku dengan baik, agar diriku akan selalu menjadi salah satu objek dalam foto. Sangat mengerti hobi narsisku. Maavkan aku yang tak bisa menegurmu di komunikator setiap saat, karena takut mengganggu kerjamu yang sepertinya sangat sibuk. Maavkan diriku yang bikin repot sepanjang jalan pulang dari Samboja, karena harus tidur sepanjang jalan. Terima kasih untuk semua kesabaran mendengat celotehanku.

For Aisyah
Salah dua Ibu di antara semua teman-teman coop ku. Sosok yang tidak mudah di tebak. Karena wajahnya yang minim ekspresi. Jangan terlalu serius, mari tersenyum. Terimakasih sudah mau main ke BRI lantai 7 untuk menjengukku*mana adaaaaa* dan maavkan diriku untuk setiap kesalahan yang pernah saya lakukan.

For Franky
Yang tidak jelas sosoknya. Yang hanya bertemu 2 kali ketika hari pertama di base dan saat bermain di pantai Kemala. Sangat sigap dalam menghadapai masalah, tidak panic sama sekali. Sangat betah menghapaki dirku, sangat betah membuatku terhina hina*hadeehhh* sayang sekali kita tak banyak berkumpul dengan teman-teman yang lain

For Yeni
Salah satu kawan coop yang bisa hilang tak terdeteksi. Teman yang sibuk sekali ternyata. Semangatnya tak terasa, namun bisa diliat dia juga tak luput dari kerja keras dalam menghasilkan hasil terbaik selama kegiatan ini. Tak ada kata yang tepat untuknya, salut untuknya yang di tempatkan di bagian itu. Tak bisa bayangkan jika diriku di situ, bisa gila kayaknya.

For ikhwan
Kawan yang selalu sabar di segala situasi. Yang selalu tersenyum di kondisi apapun. Terima kasih untuk semua tawaran bantuannya. Terima kasih untuk semua interest yang diberikan ketika aku bercerita. Terima kasih untuk hobi menelpon Ronald-pacar anda- di setiap sore. Maavkan diriku yang tak bisa membantu apapun. Mungkin tak ada yang bisa saya lakukan sepertinya hahahaaa

For Zulmi
Si lesung pipi yang murah senyum dan tak segan segan menghina ini benar-benar sangat supel. Selalu berusaha meluangkan waktunya yang terhimpit himpit untuk berkumpul besama. Terima kasih untuk semua tawa itu. Aku akan sangat merindukanmu teman. =)

For Winny
Sosoknya yang baru kusadari ternyata hanya punya kesempatan berkumpul sebanyak 3 kali ini, ternyata sangat leeebaaayy. Tak bisa berhenti tawaku hanya dengan melihat wajahnya. Kemampuannya membagi waktu patut ditiru. Hidupnya yang penuh warna, tak bisa membuatnya terlihat pusing. Maavkan diriku yang tak bisa mencoba mengenalmu lebih dalam, karena takut sakit perut jika sehari bersamamu…. Hehehe

For Wandi
Ketua yang sangat sabar dengan kelakuan teman-temannya. Maafkan kami yang tidak bisa membedakan rumah sakit dan rumah makan. Teman yang selalu memprotes kebiasaan makanku, namun mulai menghentikan itu ketika terkena usus buntu, hehehe saya lebih sehat ternyataaaa…. Hentikan memasang wajah lusuh di antara gelak tawa kami, mari tersenyuuumm..

For David
Teman yang sangat supel, tidak segan-segan mengajak ngobrol diriku yang baru dikenalnya ini. Terima kasih untuk semua rute aneh ketika mengantarku pulang, hehehe katanya jalan tikus, kayaknya saya akan tetap tersesat jika lewat manapun. Maafkan tetanggamu ini yang tak bisa menjadi tetangga yang baik selama di sini. Terima kasih untuk kesediaan berkumpul bersama, untuk semua lagu yang dimainkan. Semoga tidak akan ada habisnya.

For Bedur
Dari dia, aku belajar santai. Melihat wujudnya yang seperti tanpa masalah membuat kita jauh dari pikiran ruwet selama di kantor. Beneran just action. Sabar sekali ketika menyambut rombongan com yang ribut ketika berkunjung ke HR. maafkan kami yang mengganggu pekerjaanmu. Jangan berhenti bercanda. Jangan berhenti menenangkan forum yang terkejut. Dan berhentilah menjadi salah satu pencetus ide hombreng diantara sesame kalian. hehehe

For Fattah
Oknum yang sejak awal tidak diperhitungkan ini ternyata berhasil mencuri hati sahabatku selama di sini. Tindak tanduk kalian hingga 3 bulan terakhir memang mencurigakan, namun aku sungguh tak menyangka ternyata kalian telah jauh melangkah. Darimu, aku belajar untuk sabar, menjadi juru bicara yang baik. Mencoba lebih dalam lagi untuk melihat masalah dari sisi yang lebih luas. Agar tidak ada perkataanku yang sia-sia. Terima kasih untuk semua percaya itu. Maafkan aku untuk semua ucapanku yang tak sesuai akal dan hatimu. Semoga kamu bisa menjaga hati dan fisik sahabatku. Berilah percaya seperti kuberikan padamu.

For Lya
Nona yang sangat penuh schedule nya ini, akhirnya bisa bersedia berkumpul bersama kami pada saat saat terakhir. Beneran senang sekali akhirnya punya foto bareng bersamanya. Semoga dirimu tak pernah bosan selalu menjengukku pada pagi dan siang hari, untuk melihat semua kegiatan aneh kami di kantor. Semoga sukses dengan program diet mu, ayo semangaatt!

For Ernest
Emberku, penampung semua rasa beteku, pendengar yang reaktip, pembicara yang responsip. Yang sabar sekali mendengarkanku ngambek. Yang tak henti-hentinya mengomeli kebiasaan makanku. Yang tak pernah bosan menerima komentarku yang tak berperasaan. Menerima muka lusuhku. Menerima permintaan anehku. Terima kasih untuk semua itu kawan. Terima kasih untuk setiap tawa. Walau tak dipungkiri wajahmu seperti penipu, tapi percayalah kamu tetap terpercaya. Dan aku benci sekali kelakuanmu yang mampu membuka semua hal yang seharusnya tak kuberi tahu. Semoga semua saran itu bukan hanya sekedar saran. Terima kasih untuk setiap perhatian yang kau berikan, dan bukan bermaksud bergelantungan di sekitarmu, tapi seperti yang kupinta, jangan lepaskan temanmu ini, walau aku percaya aku cukup kuat namun jatuh itu tetap sakit rasanya.

For Deni
Si ketus bin egois yang sangat sangat pemarahan dan tidak sabaran. Darimu aku kembali belajar mendengarkan dan sabar. Belajar mengerti dan menerima karakter yang tidak mengerti diriku. Belajar sadar akan perkembangan pembicaraan dan celetukan di milis, berusaha mengingatkan jika sudah terlalu jauh dari batasnya. Terima kasih untuk medengarkan semua ceritaku, memberiku tumpangan dan membiarkanku tidur sepanjang jalan dan di segala kondisi. Semoga dirimu tidak marah dan kesal menjadi korban sebagai bahan olokan teman-teman yang betah sekali selama 6 bulan. Maafku kusampaikan untuk semua pikiranku yang kadang tidak nyambung tepat pada waktunya. Untuk semua gangguan selama kau bekerja. Untuk semua perlakuan burukku padamu, yang tak sesuai harapmu. Terima kasih untuk kejujuran dan kepercayaan yang diberikan padaku. Biar aku belajar dan jangan beranjak, karena aku pasti butuh pertolongan.

For Ronald
Kutemukan sosok adikku pada dirinya. Tinggi besar, supel, dengan hobi yang tak terduga, penyakit malas dan lupa yang mendarah daging dan kesabaran tak terduga. Orang yang selalu membuatku marah dan tertawa sekaligus. Orang yang bisa membuatku berpikir berkali-kali untuk meneriakinya, karena hanya akan membuatku semakin kesal, dia tak akan tergubris, seperti adikku. Terima kasihku untukmu atas semua hiburanmu selama di kantor. Semua intrikmu untuk mengagetkan kami, semua ketenangan ketika aku panic. Semua celetukan yang mencairkan suasana. Semua kesabaran yang diajarkan dalam menghadapai mulut dan mata menusuk di sana. Semua kesabaran dalam menyelesaikan masalah. Semua kelakuanmu untuk melatih kesabaranku. Maafkan sikapku yang tidak sabaran, terlalu panic, terlalu bawel, terlalu repot dengan semua pekerjaan. Semoga kamu tak akan pernah lupa pada hari-hari di kantor dengan wallpaper dan lagu-lagu anehmu itu.

For Nova
And the last but not the least, sahabatku, ojekku, media pembelajaranku, sumber inspirasi, sumber ketenangan, sumber kesabaranku. Darimu aku belajar menerima, belajar menarik nafas diantara sisa sisa tenaga. belajar mendengarkan dan berbicara. Tidak bosan-bosannya kukatakan, kamu sungguh pendengar yang baik. Pengamat yang payah. Bisa menempatkan diri dengan sungguh sangat tidak tepat, namun tidak pernah mengurangi rasa sayangku. Terima kasih untuk waktu yang diberikan saat airmataku tak mau berhenti mengalir. Untuk semua kalimat lebay pemberi semangat itu.
Aku belajar berbicara di sini, belajar untuk berhenti menyembunyikan inginku. Belajar mencurahkan seluruh isi hatiku yang memang pantas didengar. Aku belajar berbicara jujur padamu, karena aku yakin kau berhak mendapatkannya. Karena itu, kesal rasanya jika kamu berbohong. Walaupun aku tau, tidak semua bisa kau ceritakan, namun kadang rasanya tidak adil jika hanya aku yang kau dengarkan. Biarkan aku menerapkan ilmu mendengarkan itu padamu. Agar aku merasa sedikit berguna bagimu.
Jaga dirimu baik-baik kawan. Jangan terlena oleh kesenangan sesaat dan waktu luang yang berlimpah. Bangun pondasimu sekokoh kokohnya, tancapkan tiang penyelamat sedalam-dalamnya, lalu kencangkan ikatanmu, biar kau selalu ingat ada daratan di sini, ada kenyataan di sini. Karena pada akhirnya, semua kesulitan akan kau hadapi sendiri, oleh karena itu, jangan jatuh terlalu dalam.
Luangkan waktumu untuk belajar hal baru, mendengarkan dengan sigap, sehingga informasi dapat tersampaikan tanpa ada kesalahpahaman. Benci rasanya jika harus telmi di saat genting.
Jangan pernah bosan dengan celotehanku, jangan pernah bosan dengan cerewetku, seperti yang kau bilang, aku banyak maunya. Tapi hentikan pujianmu, hanya akan membuatku besar telinga dan puas di tempat.
Untuk sahabatku yang lebay, maafkan aku selama 6 bulan ini dan semoga untuk bulan bulan selanjutnya. Untuk semua kesalmu, untuk semua salahku yang tak terhitung dan tak mampu kusebut. Untuk semua ketahanan mentalmu bersamaku hampir sehari semalam selama 6 bulan. Akankah kita tetap ditakdirkan hadir sepaket? Sayang buat nova tak terhingga.


Sudahkah kusebut aku banyak belajar di sini?
Sepertinya sudah.

Terima kasih untuk sayang yang diberikan kepadaku yang sempat berpikir tak pantas disayang.

Teman-temanku lebay eehh…

»»  READMORE...

I is to create


By John. D

I?
I?
What am I?
I am alone woth beating of my heart…
I
Hei  I!
What is I?
I is the lonely and the lost always searching for…what?
Another I?
An answering is it? No?
But what then?
There is more, the I is the way from inner to the all
From smallest to the self
To the most every people

Now, I look into myself and see the I of me
The weak and aimless thing which makes me
I is not strong and needs be
I needs to know direction
But has none
My I is not sure
There are too many wrongs and mixed truths within to know
I changes and does not know
I knows little reality and many dreams
What I am is what will be used to build the later self
What I am not what I want to be
Although I am not sure what this is which I do not want

But then what is I?
My I is my answer to every all of every people
It is this which
I have it give to the waiting world and from here comes all that is different….
»»  READMORE...

15.2.12

being controlled


Dimananya sih aib seseorang bisa jadi begitu menggiurkan bagi orang lain?
Seberapa menguntungkannya sih menyebarkan aib orang lain?
Tidakah pernah berpikir jika mereka menjadi korban itu sendiri?
Lalu…
Seberapa besarkah kekuatan seseorang untuk menjaga mulut mereka?
Mampukah seseorang mengontrol semua yang akan diucapkan mereka?
Agar aibnya tak terbongkar?
Tidak mengudara
Tak terdefinisi
Jika aku, sudah pasti tidak bisa berbuat apapun…
Sudah jelas aku tidak mampu memperkirakan apa yang akan diucapkan seseorang
Tidak mampu menghalangi mereka membicarakan aib
Lalu mengapa aku yang tertekan seperti ini?
Mengapa aku dipojokan?
Salah siapa?
Bila berbuat aib?
Jika tak mau aib itu tersebar?
Jika tak mau menanggung malu itu sendiri?
Siapa suruh membuat aib?
Jangan memojokan orang lain
Jangan melimpahkan kesalahan pada yang lain
Jangan berpikir hanya diri sendiri yang menanggung malu
Jangan berpikir hanya diri sendiri yang terpuruk
Walau tak terlihat, namun dalam tiap pandanganku tersirat semuanya
Mereka tak tahu
Mereka tak bisa mencari tahu
Aku tidak sedih
Mungkin lebih tepat disebut marah
Marah karena tak bisa berbuat apapun
Marah karena tak merasa berbuat apapun
Marah karena dipaksa memikul semuanya
Marah karena berusaha mengontrok setiap senyuman
Setiap kata-kata
Bahkan setiap tetes air mata
Marah karena merasa tak berdaya
Marah karena tersudut dalam ruangan gelap tak berpenghuni
Marah karena membiarkan mereka meracik headline yang siap disuguhkan keesokan harinya
Marah karena dianggap tak becus menjaga nama baik
Marah karena dianggap tak bisa menyimpan rahasia, bahkan sebelum mengetahui apapun
Marah karena dipaksa menerima semua kesalahan
Sesaat aku bersemangat hadapi hari esok
Sesaat itu pula semangatku dibanting
Hilang
Lenyap
Sekarang aku tak dapat lagi membedakan
Yang benar, yang salah
Yang dipercaya, yang berkhianat
Yang pantas dibela, yang pantas diabaikan
Aku kembali dalam kebingungan yang sama
Kembali harus mengenakan topengku selanjutnya
Dan kali ini, aku benar-benar bingung harus memilih topeng yang mana
Untuk semua firasat jelekku tentang hari ini…semoga dikemudian hari aku sudah benar-benar bisa membedakan semua nasihat hati nuraniku…jaga diriku…lindungi diriku…sayangi diriku…
»»  READMORE...

kata kata bagus *lupa sumber nya

Bell is not a bell before you ring it
Song is not a song before you sing it
And love is not love before you give it away

Ketika kita berdoa meminta bung tapi Allah memberi kaktus berduri
Ketika kita meminta kupu-kupu tapi allah jutru member ulat bulu
Kita jadi sedih namun tiba-tiba kaktus itu berbunga cantik sekali dan ulat bulu itu berubah menjadi kupu-kupu yang indah sekali
Begitulah kasih sayang Allah kepada kita. Karena kdang yang kita anggap baik tak selamanya itu baik untuk kita
Begitu pun sebaliknya karena Allah selalu menjawab doa kita, tidak selalu dengan YA, tetapi selalu dengan yang TERBAIK buat kita

To v say a bound are..bound are to v say a, call own tes duck bound are, boo can to v say a

A-q titiplan
S-alamq lewar
S-emilir
A-ngin dan
L-antunan nama
A-llah yang
M-asih melekat pada
U-mat Muhammad
A-ndai
L-ngit mendengar
A-q
I-ngin
K-rimkan
U-capan
M-et sahur…

Beruntunglah…orang-orang terus memperbaharui  semangatnya dalam setiap pergantian waktu, menjaga niatnya dalam kebaikan, menemukan Allah dalam setiap langkahnya, semoga kita termasuk didalamnya…amin

Lova is much like a wild rose, beautiful and calm, but willing to draw blood min ots defense –mark overby

Di saat ibumu tertidur lelap coba kamu pandangi dia dalam-dalam, dan bayangkan matanya tak akan terbuka untuk selamanya, tangannya tak mampu lagi menghapus air mata kita, dan tak ada lagi nasihatnya yang selama ini kita abaikan. Bayangkan ibumu sudah tiada. Dan apakah kamu sudah mampu membahagiakannya? Yang sekian kalinya dia selalu membahagiakanmu, memebuhi kehendakmu, apakah kamu pernah terpikir? Betapa besar pengorbanannya?

Rasulullah SAW bersabda “2 kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, yang memberatkan timbangan kebaikan, dan sangat dicintai oleh Allah SWT, yaitu Subhanallahi wa bihamdihi, subhanallahil adzhim- maha suci Allah dan segala puji bagi Nya, maha suci Allah lahi maha agung. Yuk kita sama-sama amalkan saudariku, semog asabar tawadhu dan istiqomah senantiasa menetap di hati kita dan kita termasuk golongan orang-orang dirahmati Allah

Abiy wa ummiy, andai bumi ini kamu beli, lalu kamu hadiahkan kepada orangtuamu, niscaya tidak akan sanggup bagimu membalas jasa mereka… andai langiti ini pun kamu bingkai dan kamu persembahkan kepada mereka itupun masih tidak mampu menandingi besarnya cinta mereka kepadamu…andai seluruh kasih sayang miliyaran manusia terhadapmu kamu kumpulkan, niscaya tetap tidak mampu menandingi kasih sayang kedua orangtuamu kepadamu. Maka jadilah anak yang soleh bagi kedua orang tuamu, meskipun mungkin saja masih tidak sebanding dengan kasih sayang mereka yang sampai saat ini pun masih tetap mendoakanmu…

Muslimah itu anugrah terindah di dunia, dia lembut tetapi tidak lemah, mempesona tetapi tetap bersahaja, dia mengerti bagaimana menjaga akhlak dan kemuliannya… itulah yang membuatnya istimewa dibandingkan wanita lainnya. Ilmunya telah mengangkatnya menjadi permata terindah dunia. Semoga itu adalah aku, kamu dan semua wanita muslimah…amin…

Kalo aku jadi airmata aku mau lahir dari matamu, hidup di pipimu dan mati di bibirmu. Tetapi jika kamu jadi airmataku aku nggak akan nangis karena aku nggak mau kehilangan kamu…

Seuntai kasih membuat kita sayang, seucap janji membuat kita percaya, sekecil luka membuat kita kecewa tetapi sebuah oersahabatan selama akan bermakna

Sahabat adalah dia yang menghampiri ketika seluruh dunia menjauh karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata. Saat tangan terluka mata akan menangis, saat mata menangis, mata akan menghapusnya…


»»  READMORE...