30.11.08
Fooled by nature!
9.11.08
Samarinda benar-benar samarendah
saat bumi meneriakkan deritanya...
merintih kesakitan...
meratapi nasibnya...
ketika seluruh tubuhnya telah rompang disana sini
ketika tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi
tempat untuk bercengkarama dan berlindung
apa lagi yang tidak disediakan dunia
nafas tak membayar
pangan tinggal memilih
bernaung di bawah rindangnya pohon
dan menangis bersama rintik hujan
manusia memang serakah...
Samarindaku sayang Samarindaku malang...
memang asal muasal nama ibukota Kalimantan Timur ini sesuai dengan keadaannya...
samarinda memang samarendah,
mudah sekali tertimpa banjir...
belum lagi ditambah kelakuan rakyatnya yang tidak karuan
pohon ditebang gedung dibangun!
tidak ada lgi daerah resapan air...
semua seperti mangkok yang siap menampung air darimana pun...
walaupun tidak semua daerah terendah air ini, namun kesulitan ini dirasakan semuanya
saat akses jalan menjadi sulit
ada air dimana-mana!
katanya Bendungan sedang dibuka sedikit,,
katanya ada 3 ekor buaya yang masih berkeliaran,
katanya, katanya,
banjir di samarinda bukan hal yang luar biasa lagi, biar begitu kami masih bersyukur
masih di bawah perlindungannya...
masih dalam pengawasannya...
kami masih bisa menjalankan akitifitas kami...
Alhamdulillah...
semoga banjir kali ini kembali mengingatkan manusia untuk selalu menjaga lingkungannya
melestarikan alamnya
melindungi sumber daya-nya
mensyukuri karunia-Nya
26.10.08
story
Samarinda, 19 October 2008, Minggu
Sore itu, N berkunjung, hari Minggu, saat semua penghuni rumah mungil ini komplit. Dia sudah biasa berada di rumah, bahkan dianggap biasa saat minta makan, buang air besar dan melihat kelakuan penghuni rumah yang aneh-aneh ini.
Kali ini ia membawakan kami makanan dan es buah, cukup membuat makhuk-makhluk ini kembali memamahbiak. Kebiasaan yang sulit diatur. Walaupun beberapa kali kuingatkan diriku untuk berhenti, karena semua keinginan untuk mengunyak itu, dapat merusak rencana menguruskan badan ini. Atau mungkin aku sedang berusaha meninggikan badan. Tapi beberapa hari ini aku tidak pernah minum susu lagi. Takut angka di timbangan kembali membuat bola mataku keluar.
Kemudia, di sela-sela keinginan N untuk pulang, dia membahas teman-teman di tempat ia bekerja, membahas masalah yang menimpa teman-temannya. N menyebut salah satu diantara temannya mengalami nasib yang persis dengan sinetron.
Dengan keluarga yang hancur-hancuran, ibunya dimadu, ayahnya sering memukuli ibunya dan pacarnya yang ternyata sudah hamil dua bulan. Saya tidak bias berkata apapun, selama dia bercerita. Yah…memang apa yang harus kukatakan.
Apa aku harus berkata “Ya...hidup orang memang macam-macam”,sesaat itu juga hatiku menjerit,”begitu juga hidupku”.
Selama dia bercerita, dia selalu membandingkan dengan kehidupan saya, dengan keluarga yang penuh canda dan tawa.
Aku kembali tak dapat berkata apapun. memang tidak dapat berkata apa-apa. “Namanya juga hidup, selalu ada masalahnya”, pikirku, lalu bagaimana dengan keluargaku yang kini membuatku tidak dapat lagi membedakan antara kenyataan dan mimpi, tipuan dan kejujuran.
Akhirnya sepanjang cerita singkat terlama itu, aku hanya dapat tersenyum, mengangguk dan menggeleng. Tanpa sepatah kata pun menyinggung cerita itu.
Aku tahu, mama dan de yang ada di situ juga turut mendengarkan, juga turut mencerna baik-baik kenyataan itu. Dan menunggu dengan sabar bagaimana reaksiku. Namun aku juga yakin, mereka pasti mengerti bagaimana jika berada dalam posisiku. Yang tak dapat mengucap apapun.
Hidup tiap orang memang berbeda, bermacam-macam, dan kita tak akan pernah tahu kejutan macam apa yang disiapkan sang Pencipta untuk kita hadapi….
tawa palsu
Samarinda, 16 Oktober 2008, Kamis
Jemariku kembali menari di atas tuts yang berhamburan. Entah apa lagi yang kini akan tertulis sepanjang drama kehidupanku ini.
Lalu tiba-tiba ku teringat pada percakapan pagi itu. Percakapan yang menyebalkan. percakapan yang mengundang sejuta kenangan mengganggu itu kembali. Mengusik drama indah hari ku pagi itu. Namun memang kuakui, setelah peristiwa 1 tahun lalu itu, tidak ada lagi hari indah. Maksudku benar-benar murni indah. Saat senyum adalah hal biasa, tawa adalah kebutuhan. Namun sekarang, semua itu langka. Senyum adalah harta karun, tawa menjadi impian di ujung pelangi.
Walau tawa canda itu masih ada, namun semua terasa palsu ketika kenangan itu kembali menyapa.
Namun aku selalu bersyukur dan berdoa, semoga percakapan pagi itu tak menyulut api benci seperti dahulu. Karena walaupun hanya dusta, walau hanya palsu, aku bahagia berada di tengah tawa canda itu.



8.9.08
Ucapan Marhaban ya Ramadhan
walau nggak semuanya mampu dtulis, mkn bs mengingatkn pd mrk suatu saat...
oh, ya,, rata-rata sms mereka setelah ini aneh", sy nerima banyak sms, ttg doa ini itu-yg klo g dsbarkan dpt bencana, bener ngga' sih? bkin bingung aj-
so here they are...
Tiada nama seindah ALLAH, Tiada umat semulia MUHAMMAD, tiada agama seindah sebaik ISLAM, tiada melody seramai BEDUK, tiada suara semerdu ADZAN, tiada kitab sehebat AL QURAN, tiada diet mujarab selain PUASA, tiada bulan suci selain RAMADHAN, tiada obat manjur selain ZIKIR. Semalat Menunaikan Ibadah Puasa (O’abang)
Selamat memasuki “BBM” (Bulan Berkah & Maghfirah) Tingkatkan kwalitas “PREMIUM” (Prei Makan & Minum) Jangan lupa isi “SOLAR” (Sholat Lail dengan Rajin) serta “MINYAK TANAH” (Memperbanyak Tadarus & Tahan amarah) dan jangan lupa isi “PULSA” (Puasa lebih Sabar) Maaf Lahir Batin-Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1429 H (Adi)
Marhabban yaa Ramadhan, doa Jibril menjelang Ramadhan, “Ya Allah tolong abaikan puasa umat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan tidak bermaafan lebih dulu kepada orang tua, tidak bermaafan lebih dulu antara suami-istri, tidak bermaafan lebih dulu dengan orang-orang sekitarnya” maka Rasulullah pun mengatakan, “Amin…Amin…Amin”. Maafakan salahkku ya, sucikan hati dengan ikhlas (Tyas)
Dah melewati terawih mala mini, Kecubung batu dari Kalimantan, indah disanding dengan berlian, berhubung senin Ramadhan udeh dating, mari bersihkan diri, untuk menggapai kemenangan, Marhaban ya Ramadhan. Maapin segala kesalahan (Tyas)
Assalamualaiku, aku tak mampu membuat kata-kata nan indah, namun jika segala khilaf telah kulakukan, mohon maaf saya haturkan, merlin beserta keluarga mengucapkan met berpuasa ya… (Merlin)
Marhaban ya Ramadhan… harta yang paling berharga adalah sabar, teman yang paling setia adalah amal, ibadah yang paling indah adalah ikhlas, identitas diri yang paling tinggi (pesan ini terputus dan hingga sekarang saya nggak tahu siapa pengirimnya, mohon maaf lahir batin ya)
Welcome to Ramadhan great Sale! Jangan lewatkan : obral pahala gede-gedean, diskon dosa s/d 100% + doorprize “Lailatul Qadar” Hanya 30 hari. Muup lahir batin yah, met beribadah (Milul)
Asw “Kecubung batu dari Kalimantan, cantik bersanding dengan berlian, berhubung besok udah Ramadhan, salah dan khilaf mohon dimaafkan” Marhaban ya Ramadhan, met puasa y Temand (Retno)
Aku nggak ngirim kata-kata yang bagus cz kelihatannya Cuma teks indah dan nggak tulus, jadi aku ucapin pke bahasaku sendiri. aku Cuma mau ngucapin selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, maafin kalau selama ini aku ada berbuat salah baik sengaja maupun nggak sengaja… minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin… moga meningkat ya ibadahnya di bulan penuh berkah ini. Amin…(Adi)
Banyak khilaf yang tlah terjadi. Namun, diri ini tak henti berharap, memohon maaf serta keikhlasan hati. Semoga di bulan Ramadhan ini, mejadi tempat kita memperbaiki diri… (Uya)
Semoga di bulan ini penuh “BBM” (Bulan Barokah & Maghfirah) Tingkatkanlah “PREMIUM” (Prei Makan Minum). Agar dapat “SOLAR” (Sholat lebih Rajin). Dan dapat “MINYAK TANAH” (Mingkatkan Iman, banyak Tahan Nafsu & Amarah) Kalau bias sih “PERTAMAKS” (Perangi Tabiat & Maksiat) Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, maafin semua kesalahan Amel ya (Amel)
Hidup ini hanya sebentar kawan. Bentar ganteng, bentar cakep, bentar manis, bentar imoet. Eh, bentar lagi dah puasa, jalani dengan ikhlas demi ridho Allah SWT ya… (Teguh)
Marhaban ya Ramadhan, Saudariku yng kucintai karena Allah, mohon maaf lahir dan batin atas segala khilafku, semoga di bulan puasa yang penuh ampunan ini ibadah kita semakin khusuk. Menjadi hamba-hamba yang semakin bertambah ketaqwaan kita kepada-Nya hingga meraih kemenangan yang hakiki. Aamin (Shinta)
Marhaban ya Ramadhan, bulan suci yang pebuh berkah dan rahmat, mohon ampunan dan maaf dari antum antuma, semoga ini bukan akhir dari sehalanya dalam silahturahmi dan semoga amal ibadah kita diterima sebagai bekal (Edo)

